Mandum Rimba

Tentang Mandum Rimba

Mandum Rimba adalah observatorium independen dan nirlaba yang merangkum data satelit serta sumber publik tentang deforestasi, ekspansi sawit dan tambang, bencana, dan satwa terancam di Indonesia — menjadi satu peta terbuka yang bisa diperiksa siapa saja.

Arti nama

‘Mandum’ berarti ‘semua’ dalam bahasa Aceh; ‘Rimba’ adalah hutan belantara. Mandum Rimba berarti rimba milik kita semua — bukan milik satu perusahaan, satu pemerintah, atau satu generasi, melainkan rumah bersama bagi manusia dan satwa yang hidup di dalamnya. Nama ini lahir dari Aceh, tempat data kami pertama kali bermula.

Kenapa ini ada

Setiap kali hutan berubah menjadi kebun, tambang, atau lahan terbuka, gajah, harimau, dan orangutan kehilangan rumahnya — dan konflik dengan manusia hampir selalu berakhir buruk bagi mereka. Banyak orang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Mandum Rimba menyatukan data yang tersebar agar siapa pun bisa melihat, memahami, dan ikut bertindak.

Apa yang ada di peta

Kami mengumpulkan data dari sumber yang kredibel dan menampilkannya apa adanya:

Prinsip kami

Kami tidak menarik kesimpulan

Kami mengumpulkan dan menampilkan data yang tersebar, lalu membiarkan pembaca menilai sendiri. Tidak ada tuduhan, tidak ada vonis terhadap pihak mana pun.

Setiap klaim bisa diklik

Semua yang tampil di peta dapat ditelusuri ke dataset sumbernya — lengkap dengan tanggal pengambilan dan lisensinya.

Dapat direproduksi

Seluruh pipeline data dan kode bersifat sumber terbuka. Siapa pun dapat menjalankan ulang dan memperoleh angka yang sama.

Independen & nirlaba

Kami tidak menjual data, tidak beriklan, dan tidak berpihak.

Sumber terbuka

Mandum Rimba berlisensi MIT dan terbuka untuk kontribusi siapa saja. Setiap dataset tetap milik sumbernya masing-masing — lihat halaman Sumber Data dan Apresiasi.

Mulai jelajahi: Peta · Sumber Data · Apresiasi